, ,

DP3A Enrekang Gandeng Polres & LSM Galakkan Sosialisasi Anti-Kekerasan Anak

by -2122 Views

DP3A Enrekang Bersama Lembaga dan Organisasi Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan pada Anak

News Enrekang– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Enrekang terus memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Masalle. Kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga dan organisasi, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Enrekang, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), dan Komunitas Pemerhati Perempuan dan Anak Massenrempulu (KP2AM).

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Perlindungan Anak

Kepala DP3A Kabupaten Enrekang, Dr. Ir. Sulviah Dahaling, ST. MM, menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan anak tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, pendidik, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

“Kami menggandeng berbagai pihak karena masalah kekerasan anak adalah tanggung jawab bersama. Guru, orang tua, dan masyarakat harus memahami peran mereka dalam melindungi anak-anak,” ujar Sulviah Dahaling.

Hadir dalam acara tersebut Camat Masalle Rusman Jalani, SP, Kapolsubsektor Masalle IPDA Talli, Ketua Yayasan GNI Magamo, dan Ketua KP2AM Sriati Ningsi. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam menangani isu kekerasan anak.

DP3A Enrekang Gandeng Lembaga Dan Organisasi Dalam Melakukan Sosialisasi

Baca Juga: Keji! Israel Serang Sekolah Pengungsi Jalur Gaza, 6 Tewas dan Banyak Terluka

Pentingnya Edukasi bagi Orang Tua dan Guru

Camat Masalle, Rusman Jalani, menyampaikan apresiasi atas inisiatif DP3A dan mitra yang telah menyelenggarakan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya kekerasan terhadap anak.

“Sosialisasi ini membuka wawasan kami tentang bagaimana peran orang tua, guru, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan pada anak. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kasus kekerasan anak di Enrekang bisa diminimalisir,” ucap Rusman.

Sulviah Dahaling menambahkan bahwa dampak kekerasan pada anak tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Anak yang sering mengalami kekerasan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang rapuh, penuh trauma, dan kesulitan beradaptasi di masa depan.

“Orang tua harus mendidik anak dengan kasih sayang, bukan kekerasan. Begitu pula guru di sekolah, harus menjadi pelindung bagi anak-anak. Jika ada tanda-tanda kekerasan, harus segera dilaporkan dan ditangani,” tegasnya.

Peran Aktif Masyarakat dalam Melaporkan Kasus Kekerasan Anak

Sriati Ningsi, Ketua KP2AM, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan anak. Menurutnya, banyak kasus kekerasan yang tidak terungkap karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk melapor.

“Jika melihat atau menduga ada kekerasan terhadap anak, segera laporkan ke pihak berwajib atau lembaga perlindungan anak. Jangan diam, karena setiap detik yang terbuang bisa memperparah trauma anak,” pesan Sriati.

Sementara itu, Magamo, perwakilan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), menyampaikan bahwa organisasinya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak kurang mampu. Selama lebih dari 10 tahun beroperasi di Enrekang, GNI telah membantu ratusan anak dalam hal akses air bersih, pendidikan, dan kebutuhan hidup lainnya.

“Kami percaya bahwa dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, risiko kekerasan dan eksploitasi dapat dikurangi. Anak-anak yang terpenuhi haknya akan tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman dan sehat,” jelas Magamo.

DP3A Enrekang berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan pendampingan di seluruh kecamatan. Selain itu, mereka juga akan memperkuat sistem pelaporan dan penanganan kasus kekerasan anak bekerja sama dengan kepolisian, puskesmas, dan lembaga sosial.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.