, ,

Kota Parepare Menjadi Lokasi Kejahatan Keji, Polisi Ungkap Motif Pelaku KD

by -2903 Views

Dibalik Pintu Showroom Mewah: Dendam dan Nafsu yang Berakhir Pembunuhan Sadis di Parepare

NEWS Enrekang– Kota pantai yang biasanya tenang di Sulawesi Selatan, diguncang oleh sebuah kabar mengerikan. Kedamaian Jumat dini hari, 22 Agustus 2025, terkoyak oleh sebuah kejahatan brutal yang terjadi di balik dinding sebuah showroom mobil mewah di Kecamatan Soreang. Sebuah tempat yang seharusnya memancarkan kemewahan dan prestise, berubah menjadi lokasi pembunuhan sadis yang menyisakan duka dan trauma mendalam.

Setelah berhari-hari melakukan penyelidikan intensif, Tim Resmob Satreskrim Polres Parepare akhirnya berhasil meringkus pelaku utama dalam kasus pembunuhan karyawati tersebut. Pelaku, berinisial KD (31), bukanlah orang asing. Ia adalah rekan kerja dari korban, seorang wanita berusia 41 tahun berinisial S, yang berasal dari Kabupaten Gowa.

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Korban, S, ditemukan dalam kondisi yang memilukan. Ia terbaring tak bernyawa di tempat kerjanya, bersimbah darah. Investigasi awal di TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengungkap kekejaman yang sulit dicerna akal sehat. Korban tewas akibat kekerasan ekstrem; lehernya digorok dan tubuhnya ditikam berkali-kali menggunakan senjata tajam yang diduga kuat adalah pisau dapur. Adegan tersebut menggambarkan sebuah amuk dan niat untuk menghabisi nyawa tanpa ampun.

Penemuan jenazah ini tentu saja mengejutkan rekan kerja lainnya dan pemilik showroom. Bagaimana mungkin sebuah tempat kerja yang profesional bisa berubah menjadi lokasi pembunuhan yang mengerikan hanya dalam hitungan jam?

Motif Terkuak: Niat Pemerkosaan yang Berujung Pembunuhan

Setelah melalui pengungkapan fakta dan pengembangan barang bukti, polisi berhasil mengamankan KD pada Jumat, 29 Agustus 2025. Pengakuan pelaku di hadapan penyidik berhasil membongkar motif kelam di balik pembunuhan ini.

Kota Parepare Menjadi Lokasi Kejahatan Keji, Polisi Ungkap Motif Pelaku KD
Kota Parepare Menjadi Lokasi Kejahatan Keji, Polisi Ungkap Motif Pelaku KD

Baca Juga: Suasana Kantor Balai Kota Berubah Jadi Markas Suporter Jelang Dukungan untuk PSM

Kasatreskrim Polres Parepare, AKP Agus Purwanto, dalam konferensi persnya, menyatakan dengan tegas, “Pelaku sudah kita amankan. Motifnya, pelaku ingin memperkosa korban, tetapi korban menolak.”

Pernyataan singkat itu menyimpan narasi mengerikan tentang sebuah niat jahat yang berubah menjadi tragedi. Diduga, KD telah memendam nafsu dan niat buruk terhadap korban yang merupakan rekan kerjanya sendiri. Ketika kesempatan itu datang pada Jumat dini hari, di saat showroom sepi, KD mencoba mewujudkan niat bejatnya. Namun, S adalah seorang pejuang. Ia menolak dan melawan dengan segenap kekuatannya. Penolakan itulah yang diduga memicu kemarahan tak terkendali pada KD, yang kemudian mengambil jalan paling keji: menghabisi nyawa S.

Pelaku Diamankan, Penyidikan Masih Berlanjut

Saat ini, KD telah diamankan dan ditahan di Polsek Soreang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Meski motif utama telah terungkap, AKP Agus Purwanto menegaskan bahwa penyidikan belum sepenuhnya berakhir. “Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait kasus pembunuhan ini,” paparnya.

Tim penyidik masih mendalami beberapa aspek, termasuk:

  • Alur kejadian yang lebih detail: Apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis pada dini hari itu.

  • Perencanaan: Apakah peristiwa ini benar-benar spontan atau ada unsur perencanaan dari pelaku.

  • Barang bukti pendukung: Pengembangan forensik terhadap barang bukti yang ditemukan di TKP.

  • Rekam jejak pelaku: Meneliti latar belakang KD untuk mengetahui apakah ada sejarah kekerasan atau masalah psikologis sebelumnya.

Duka dan Geger Warga Soreang

Kasus pembunuhan sadis ini bukan hanya menjadi catatan kelam kepolisian, tetapi telah menggegerkan seluruh warga Kota Parepare, khususnya Kecamatan Soreang. Showroom yang menjadi lokasi kejadian kini diselimuti suasana muram. Warga yang lewat hanya bisa menggelengkan kepala, tidak menyangka bahwa di tengah komunitas mereka terselip seorang pelaku kejahatan dengan tingkat kebrutalan yang tinggi.

Keluarga korban, yang harus datang dari Gowa, tentu dilanda duka yang tak terperi. Mereka kehilangan seorang ibu, seorang anak, atau seorang saudara dalam cara yang paling tragis. Rasa tidak aman juga mulai menyebar, mempertanyakan keselamatan di tempat kerja, sebuah ruang yang seharusnya menjadi zona nyaman dan terlindungi.

Refleksi: Kekerasan terhadap Perempuan di Ruang Publik

Tragedi ini kembali menyoroti masalah serius yang sering terjadi: kekerasan terhadap perempuan yang berujung pada femisida (pembunuhan terhadap perempuan). Motif penolakan terhadap pemerkosaan menunjukkan betapa nyawanya dianggap tidak lebih penting daripada nafsu pelaku. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa ancaman kekerasan bisa datang dari mana saja, bahkan dari orang yang dikenali dan berada dalam lingkungan terdekat.

Perlu adanya langkah-langkah pencegahan yang lebih konkret, baik dari institusi perusahaan dengan meningkatkan sistem keamanan, terutama di jam-jam sepi, maupun dari kesadaran kolektif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apapun.

Kini, dunia hukum yang akan berbicara. KD akan menghadapi jerat pasal berlapis, mulai dari Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, hingga pasal percobaan pemerkosaan yang ancamannya bisa mencapai hukuman maksimal, bahkan pidana mati. Masyarakat menunggu proses peradilan yang berjalan transparan dan memberikan keadilan seutuhnya bagi almarhumah S, yang gugur hanya karena berani mempertahankan harga dirinya.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.